A+ A A-

  • Dilihat: 783

“MENGUASAI DIRI”

MINGGU XXII SESUDAH PENTAKOSTA
Bacaan Alkitab: Titus 2 : 1 - 6

Demikian juga orang – orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal (ay.6)

Orang muda merupakan harapan bangsa dan gereja. Sejarah Indonesia diwarnai peran orang muda pada masanya. Peristiwa “Sumpah Pemuda”, Pergantian orde lama ke orde baru, reformasi dan era demokrasi tahun 1998 dipelopori orang muda (mahasiswa). Dalam sejarah gereja di Indonesia juga besar peran orang muda. Mereka dinamis, inovatif dan kreatifitas. Itu sebabnya persekutuan orang muda di GPIB disebut “Gerakan Pemuda”.

Belakangan ini orang muda tidak lagi menunjukkan jatidiri yang dinamis, inovatif dan kreatif. Bahkan dikatakan “Generasi santai dan oportunis. Tidak lagi idealis tetapi pragmatis”. Generasi muda yang kurang militan. Surat Paulus kepada Titus sangat penting. Ia menekankan peranan kembali generasi tua meneladani generasi muda. Laki – laki tua agar hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan ketekunan (2). Perempuan – perempuan tua agar hidup sebagai orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal – hal yang baik (3). Orang tua menasIhati pemuda untuk mengusai diri dalam segala hal.

Gereja, Bangsa dan Negara memerlukan orang muda tampil di pentas sejarah untuk melakukan terobosan mengatasi kemandekan di berbagai bidang. Generasi tua mempunyai tanggungjawab moril untuk meneladani hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, kasih, ketekunan,  beribadah, tidak suka memfitnah, tidak mabuk, dan cakap mengajar hal – hal yang baik (2,3). Meneladani generasi muda agar mampu menguasai diri, pantang korupsi, selalu menjaga martabatnya, memiliki kerohanian yang baik, hidupnya tertib dan memiliki etos kerja yang tinggi. Kemajuan di bidang pendidikan dan Iptek telah menghasilkan generasi muda yang cakap dan cerdas. Bila memiliki juga “soft skill” (kecakapan emosional dan spiritualitas yang baik), maka akan mampu menahan diri dan hidup penuh makna yang memuliakan Tuhan.