A+ A A-

  • Dilihat: 3233

MENGANDALKAN YESUS DALAM PERGUMULAN

MINGGU EPIFANI V (Bacaan Alkitab : Markus 5 : 21 - 36)

Suatu ketika terjadi kepanikan dalam satu keluarga kristen karena secara mendadak salah satu anggota keluarga jatuh sakit. Dalam keadaan panik seperti  ini tanpa berpikir panjang lagi mereka langsung membawa yang sakit ke Rumah sakit. Sebelum berangkat salah seorang dari anggota keluarga mengusulkan agar berdoa dulu sebelum berangkat ke rumah sakit, tetapi usulan itu tidak dihiraukan. Malah mereka lebih menghiraukan dan membahas usulan rumah sakit mana yang canggih peralatannya ke sanalah kita bawah si sakit ini.

 

Dunia dimana kita hidup sekarang ini, tak dapat dihindari bahwa perkembangan teknologi dalam segala bidang amat pesat. Di satu sisi kita harusnya bersyukur atas perkembangan teknologi ini, sebab dengan perkembangan teknologi ini semakin memudahkan kita melakukan segala sesuatu. Namun disisi yang lain, muncul juga keprihatinan sebab orang benar-benar sangat mengandalkan teknologi dan akhirnya mulai melupakan Tuhan sebagai sumber dan pemberi pengetahuan kepada manusia. Sebagai orang percaya mungkin kita tidak seratus persen melupakan Tuhan, kita tetap ingat Tuhan dengan berdoa, akan tetapi terkadang doa kita hanya bersifat formalitas yang penting kita sudah berdoa pada hal pikiran kita terfokus pada kehebatan teknologi. Misalnya jika kita diperhadapkan dengan suatu penderitaan yang amat sangat. Sebagaik orang percaya pastilah kita berdoa, tetapi hanya mulut kita yang berdoa, hati dan pikiran kita tetap saja melekat pada kecanggihan teknologi kedokteran dan benar-benar kita mengandalkan kecanggihan itu, bukan lagi mengandalkan Tuhan. Kita sangat berharap dengan menggunakan kecanggihan teknologi kedokteran maka kita akan sembuh. Inilah kenyataa hidup yang tak dapat kita hindari.

Bacaan ini menarik untuk kita simak bahkan kita teladani apa yang dilakukan tokoh-tokohnya, ditengah-tengah pengandalan kita terhadap Tuhan sekarang ini mulai memudar akibat kecanggihan teknologi. Bacaan ini mengisahkan dua hal : Pertama, tentang anak perempuan Yairus berumur 12 tahun sedang sakit bahkan dikatakan hampir mati-belakangan diketahui ternyata anaknya sudah mati. Yairus adalah kepala Ibadat, ia sangat mencitai putrinya tersebut. Kedua, seorang perempuan yang sudah 12 tahun menderita pendarahan. Lamanya ia menderita sama dengan usia putri yairus. Jenis penyakitnya tidak jelas (mungkin hatinya tidak beres, istilah medisnya: menorrhagia). Akibat penyakit ini, selain perempuan itu merasa sakit terus menerus, ada hal lain yang mengganggu perempuan tersebut yang tidak ditonjolkan dalam bacaan ini, yaitu karena penyakitnya menyebabkan keluarnya darah, maka menurut hukum Yahudi ia “najis” (lih. Im. 15:19-27). Karena itu ia seharusnya tidak melakukan kontak secara fisik dengan orang lain., sebab kontak itu menajiskan. Hal ini juga menyebabkan perempuan ini tidak akan pernah dilanggap layak untuk mengikuti ibadah sekalipun. Inilah sebabnya perempuan itu terus menerus berobat sampai ia kehabisan uang.

Apa sesungguhnya yang mau ditonjolkan dalam kisah ini? Tidak lain adalah iman dan pengharapan dari Yairus dan perempuan yang sakit pendarahan itu.

Iman dan pengharapan inilah yang menghantar mereka pada Yesus. Baik Yairus maupun perempuan yang sakit pendarahan itu meyakini bahwa Yesus sanggup menyembuhkan penyakit seperti yang senantiasa Yesus lakukan pada pada orang lain sebab Ia berkuasa atas kehidupan ini. Simaklah apa yang mereka lakukan dan apa perkataan mereka: Yairus, ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kakiNya dan memohon dengan sangat kepadaNya, ia berkata:”Anakku perempuan sedang sakit hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tanganMu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup; Perempuan yang sakit pendarahan, diantara kerumunan orang ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubahNya. Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh.”

Apakah dampak dari iman dan pengharapan Yairus dan perempuan yang sakit pendarahan? Apakah mereka dikecewakan karena mereka mengandalkan Yesus? Tidak, iman dan pengharapan mereka tidak sia-sia karena mereka mendapatkan apa yang mereka harapkan, yaitu kesembuhan. Perempuan itu sembuh dari penyakitnya, dan anak Yairus bukan hanya sembuh tetapi sesungguhnya anak itu sudah mati dan hidup kembali.

Makna dia kisah ini sangat mendalam. Markus mengisahkan tentang kuasa Yesus bahwa Yesus sangat berkuasa atas kehidupan manusia melampaui kuasa apapun di dunia ini. Dia bukan saja bisa menyembuhkan orang dari sakit kronis sekalipun, tetapi yesus berkuasa untu menghidupkan orang yang sudah mati.

Sebagai manusia yang penuh dengan kelemahan memang kita tidak dapat terhindar dari pergumulan, bahkan ada yang mengatakan bahwa pergumulan telah menjadi bagian dari hidup manusia. Karena itu sesungguhnya kita tidak perlu heran dan bertanya-tanya jika pergumulan silih ganti menerpa hidup kita. Yang perlu kita pertanyakan adalah bagaimana kita menyikapi setiap pergumulan yang ada? Masih mampukah kita, jika diperhadapkan dengan pergumulan karena sakit misalnya, lalu kita mengandalkan Tuhan? Ataukah kita berupaya mencari kesembuhan dengan mengandalkan teknologi kedokteran yang canggih atau mencari kesembuhan dengan mengandalkan kekuatan lain? Saudaraku, mari kita meneladani sikap, iman dan pengharapan Yairus dan perempuan yang sakit pendarahan, bahwa ditengah pergumulan yang kita hadapi mari kita terlebih dahulu mengutamakan Yesus. Kita tidak dilarang untuk menggunakan teknologi, tetapi hal pertama dan yang utama kita lakukan adalah kita datang dengan penuh kerendahan pada Yesus. Dalam kerendahan itu kita sungguh-sungguh meyakini bahwa Yesus sanggup menyembuhkan kita atau mengeluarkan kita dari setiap pergumulan-pergumulan hidup, karena Yesus adalah jawaban atas setiap pergumulan kita.

Hari ini kita merayakan HUT Persekutuan Teruna (PT). Sebagai orang tua, mari kita berupaya mengajarkan tentang kuasa Yesus pada anak-anak kita bahwa Yesus sanggup mengeluarkan mereka dari pergumulan yang mereka hadapi, sehingga mereka bertumbuh dalam Yesus dan selalu mengandalkan Yesus dalam hidupnya. Ingatlah dunia ini penuh dengan godaan, anak-anak kita akan tergoda untuk melakukan hal-hal yang ditawarkan dunia ini. Supaya mereka tidak tergoda biasakan agar mereka selalu bergaul dengan Yesus; baik melalui doa probadi, membaca firman Tuhan, beribadah dalam ibadah Persekutuan Teruna atau mengikuti setiap kegiatan Persekutuan Teruna. Yesus berkata:Biarkanlah anak-anak itu, jangan menghalang-halangi mereka datang kepadaKu..” (Mat 19:14).